Kamis, 23 Januari 2014

Pertemuan Tertutup antara Warga Peduli Mata Air Gemulo dan Pemkot



SURYA Online,BATU-

Kamis, 23 Januari 2014 10:51 WIB
Setelah menunggu sekitar 45 menit, pihak pemerintah kota (pemkot) Batu akhirnya mau menemui 21 perwakilan warga peduli sumber Umbul Gemulo.
Untuk masuk ke dalam balai kota, pihak kepolisian menyeleksi betul perwakilan yang diamanatkan oleh massa.

Namun, pertemuan itu tidak boleh diliput media. Pasukan Satpol PP yang menjaga di balik pagar besi itu melarang semua media mengikuti pertemuan.
Ketika beberapa awak media ingin meliput pertemuan, Satpol PP tersebut langsung menutup pagar dengan rapat.
"Tidak boleh...tidak boleh," kata salah satu Satpol PP tersebut sembari menutup pagar tanpa memberi alasan jelas, Kamis (23/1/2014).
Seperti diketahui, ratusan warga peduli sumber mata air Umbul Gemulo menggelar aksi menagih janji Wali Kota Batu Eddy Rumpoko merealisasikan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Ombudsman di balai kota.
Inti rekomendasi itu, Pemkot diminta mencabut izin mendirikan bangunan (IMB) hingga pihak pembangun hotel The Rayja di Jl Raya Punten mengandongi analisi mengenai dampak lingkungan (amdal).

Massa Forum Masyarakat Peduli Mata Air Gemulo Mulai Panas



Kamis, 23 Januari 2014 10:45 WIB


SURYA Online,BATU - Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Sumber Air Gemulo, sudah tiba Kantor Balaikota selama setengah jam lamanya, Kamis (23/1).
Mereka ingin menyampaikan aspirasi menagih janji Wali Kota merealisasikan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Ombusdman terkait pencabutan ijin  pembangunan hotel The Rayja di Jl Raya Punten yang bersebelahan dengan Umbul gemulo.
Mereka ingin bertemu dengan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Namun, keinginan mereka tidak bisa masuk ke dalam balai kota. Pihak pemerintah kota (pemkot) belum mau menyanggupi. Mereka pun emosi.
Seorang orator pun menyebut, bahwa pemkot Batu tidak peduli terhadap lingkungan. Pemkot telah disetir oleh pengusaha.
"Kami ingin 21 perwakilan kami masuk untuk menyampaikan aspirasi. Tapi tidak disanggupi. Kami bukan pemberontak," ujar Zainal, orator.
Di antara massa dan polisi, massa menaruh sebuah tumpeng nasi kuning. Di sekelilingnya terdapat telur dan ayam.

Rabu, 22 Januari 2014

Massa Pendemo Sumber Air Gemulo Datang, Kawat Berduri Dipasang



Kamis, 23 Januari 2014 10:30 WIB
 

SURYA Online.COM,BATU - Massa aksi peduli sumber air Umbul Gemulo mulai mengalir datang ke balai kota Batu, Kamis (23/1) sekitar pukul 09.30.
Tidak mau kecolongan, pihak kepolisian pun memasang kawat berduri sepanjang kurang lebih 30 meter di depan pagar balai kota.
Puluhan personil polisi, baik wanita maupun pria pun berjaga di depan pintu pagar balai kota.
Polisi melengkapi dengan dua anjing K-9 di antara para polisi. Anjing ini akan dilepas jika anarkisme terjadi yang dibuat massa aksi.
Jumlah massa yang datang diperkirakan sekitar ratusan orang. Sesampai di depan balai kota, sebagian massa melakukan teaterikal sembari membentangkan spanduk bertuliskan 'Wali Kota Tidak Bijak, Kami Tidak Akan Membayar Pajak'.