Rabu, 30 Januari 2013

Balai Kota Pemkot Batu kebanjiran



Air Hujan Genangi Kantor Pemkot Batu

Rabu, 30 Januari 2013 15:59 WIB | Dibaca: 122 | Editor: Titis Jati Permata | Reporter : Iksan Fauzi
3001lkantor_batu_banjir.jpg
surya/ikhsan fauzi
Air hujan yang menggenangi Kantor Pemkot Batu, Rabu (30/1/2013).
SURYA Online, BATU - Baru kali ini kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Batu kebanjiran, Rabu (30/1/2013).

Hujan selama satu jam sekitar pukul 13.00 membuat air menggenangi perkantoran Pemkot di Jalan Raya Panglima Sudirman itu semata kaki orang dewasa.

Ruang-ruang kerja pemerintahan yang tergenang air antara lain, ruang kerja Wakil Wali Kota Punjul Santoso, di sebelahnya terdapat ruang kerja Sekkota Widodo, ruang kerja para Asisten, ruang kerja Humas dan protokol, ruang kerja bagian umum, ruang Tata Usaha, serta ruang Bagian Keuangan.

"Tadi hujan sekitar jam 13.00. Kurang lebih satu jam air dari jalan raya mengalir masuk ke sini (ruang). Air setinggi semata kaki," ujar Efi May Fiana, Sekretaris Sekkota kepada Surya.co.id, Rabu (30/1/2013).

Masuknya air hujan ini membuat membuat kerja para pegawai terganggu. Mereka pun meninggalkan pekerjaannya lalu membersihkan air dan lumpur yang masuk ke ruangan.

Kabag Umum Pemkot Batu, Sasmito menduga, masuknya air ke ruang pemerintahan diduga karena gorong-gorong sekitar kantor Pemkot terlalu kecil ditambah sampah daun yang menutupi selokan.

Hujan deras itu tidak hanya membanjiri ruang kerja pegawai Pemkot, melainkan juga menggenangi Jalan Panglima Sudirman tepatnya di depan SPBU sekitar 30 cm. Begitu juga di kawasan permukiman Jalan Lesti. Jembatan yang ada di Jalan Lesti tenggelam dan air menggenangi perumahan warga.

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/
-

Kepala KPPT Batu dikecam FMPMA



Rusak Sumber Mata Air, Warga Kecam Ketua KPPT Kota Batu
Rabu, 30 Januari 2013 15:13 WIB | Editor: Titis Jati Permata | Reporter : Iksan Fauzi



Dikutip dari Harian SURYA Online, BATU – Sejumlah perwakilan Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu terpaksa menemui Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kota Batu, Syamsul Bakrie di ruang Wakil Wali Kota Malang, Rabu (30/1/2013).

Warga mengecam sikap Syamsul yang tidak mau mencabut izin pembangunan Hotel The Rayja. Padahal, warga sekitar lahan pembangunan menolak karena merusak sumber mata air Umbul Gemulo

Saat menemui perwakilan warga, Syamsul mengatakan, saat The Rayja mengajukan IMB, memang UKL-UPL belum keluar dan dalam proses pembuatan. IMB keluar dulu sebelum UKL-UPL karena itu kebijakan Pemkot.

Pernyataan Syamsul langsung direspon perwakilan warga, Kaji Rudi. Ia menyebut perijinan bersifat pribadi dan tidak sesuai peraturan.

“IMB keluar dulu sebelum izin UKL-UPL keluar," bantah Rudi.

Rudi menambahkan, dalam UKL-UPL ada ketentuan, kalau masyarakat menolak karena akan merusak sumber air Gemulo, maka Pemkot harus mencabut izin tersebut.
Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/


Syamsul Bakri di demo FMPMA memilih KABUR



Diluruk Warga, Kepala KPPT Kota Batu Melarikan Diri

Rabu, 30 Januari 2013 11:47 WIB | Editor: Titis Jati Permata | Reporter : Iksan Fauzi
Dikutip dari Harian SURYA Online, BATU – Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kota Batu Syamsul Bakrie memilih kabur sebelum 50 anggota Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu mendatangi kantornya, Rabu (30/1/2013).

"Bukannya Pak Syamsul tidak mau menemui, tapi ada keperluan mendadak," ujar Endro Wahjudi, Kasi Pembangunan KPPT saat menemui perwakilan warga.

Setelah dipaksa warga, akhirnya Endro memberikan informasi jika atasannya sedang berada di Balai Kota.

Info Endro itu membuat perwakilan warga emosi. Kooordinator lapangan (korlap) aksi, Kaji Rudi mengaku, sehari sebelumnya Syamsul berjanji akan menemui warga di kantornya.

"Saya berharap bertemu Syamsul. Karena yang membuat keputusan. Dia yang menyetujui perijinan hotel The Rayja dicabut. Tapi, hingga sekarang pembangunan hotel itu berlangsung," kata Rudi emosi.

Warga hanya ditemui pejabat tingkat Kepala Seksi, yaitu, Kasi Informasi dan Pengaduan Sopa Ike Pace, Kasi Pembangunan Endro Wahjudi, Kasi Perekonomian Arif Purwanto, dan Kasi Sosial Budaya Harul Sunaryo.

Hari ini sekitar pukul 09.00, Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu meluruk KPPT di Jalan Sultan Agung. KPPT dinilai tidak menggubris sikap warga Batu yang menolak pembangunan hotel The Rayja.

Pasalnya hotel tersebut berdekatan dengan sumber mata air Umbul Gemulo, sekitar 160 meter. Sementara dalam UU lingkungan hidup, salah satu syarat yang diperbolehkan adalah minimal berjarak 200 meter. Umbul Gemulo ini untuk kebutuhan ekonomi (pertanian dan perikanan) serta kebutuhan sehari-hari warga Batu dan Kota Malang.

Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/

Selasa, 29 Januari 2013

Hotel The Rayja, Forum Masyarakat Peduli Mata Air, Somasi Pemkot Batu dan DPRD Batu



Pembangunan Hotel The Rayja- Forum Masyarakat Peduli Mata Air Somasi Pemkot BATU

Dikutip dari Harian KORAN SINDO, 30-01-2013
BATU– Polemik pembangunan hotel The Rayja di Jalan Raya Punten Kota Batu terus bergulir. Kemarin,Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu melayangkan somasi kepada Pemkot Batu.

Koordinator FMPMA Imam Yunanto menyatakan, ada tiga alasan yang mendasari pengiriman surat somasi ke pemerintah. Pertama, surat izin mendirikan bangunan (IMB) hotel The Rayja telah berakhir masa berlakunya pada 5 Januari 2013.Kedua, surat pernyataan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang berjanji segera mencabut IMB untuk hotel The Rayja. Ketiga, surat pernyataan pemilikThe Rayja Willy Suhartanto di atas kerta bermateri.Willy berjanji bakal menghentikan pembangunan hotel The Rayja bila ada keberatan dari masyarakatyangsecaraobjektifdapat diterima kebenarannya.

”Kami melayangkan surat somasi kepada wali kota,ketua DPRD Kota Batu,ketua Komisi A,dan kepala Kantor Pelayan-an Terpadu,”terangImam Yunanto. Imam menegaskan, pemerintah punya waktu lima hari untuk menjawab somasi tersebut. ”Saat ini tiang listrik di lokasi proyek sudah terpasang. Material pasir dan batu juga sudah didatangkan ke lokasi,”katanya.

Kepala KPPT Syamsul Bachri menyatakan, pada Kamis (31/1) siang pihaknya akan meninjau lokasi pembangunan hotel TheRayjabersamaKomisi A DPRD Kota Batu.Dari tinjauan itu akan dibuat laporan kepada sekretaris kota dan wali kota. Berdasar laporan itu akan dibuat keputusan, apakah pemkot akan mencabut izin pembangunan hotel tersebut.  ”Kami sudah menerima somasi dari FMPMA tapi belum kami balas,” kata Syamsul dihubungi lewat ponsel. maman adi saputro
_



Pagi ini Forum Masyarakat Peduli Air mendemo Kantor Perijinan Kota Batu



Hari Ini, Masyarakat Peduli Air Luruk KPPT
Rabu, 30 Januari 2013 08:01 WIB | Editor: Heru Pramono | Reporter : Iksan Fauzi
Dikutip dari : SURYA Online, BATU - Hari ini sekitar pukul 09.00, Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA) Kota Batu sebanyak 50 orang akan ngluruk Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) di Jalan Sultan Agung. KPPT dinilai tidak menggubris sikap warga Batu yang menolak pembangunan hotel The Rayja.

Penolakan terhadap hotel tersebut karena berdekatan dengan sumber mata air Umbul Gemulo, yakni berjarak 160 meter. Sementara dalam UU lingkungan hidup, salah satu syarat yang diperbolehkan adalah minimal berjarak 200 meter. Seperti diketahui, sumber Umbul Gemulo ini untuk kebutuhan ekonomi (pertanian dan perikanan) serta kebutuhan sehari-hari warga Batu dan Kota Malang.

Jumat (25/1/2013) lalu, FMPMA melayangkan somasi kepada Ketua DPRD, Ketua Komisi A, serta Kepala KPPT. Isinya, mereka diminta menghentikan aktifitas pembangunan hotel bertingkat empat dengan basement setinggi 10 meter itu. Mereka memberi tenggat 5x24 jam untuk menjawab somasi. Namun, hingga jadwal hari terakhir Selasa, (29/1/2013), tak ada jawaban kepada FMPMA.
Akses Surabaya.Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat surabaya.tribunnews.com/m/
- See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/01/30/hari-ini-masyarakat-peduli-air-luruk-kppt#sthash.EyfWQAPL.dpuf